“LDII MENGAJAK PERS BANGUN KARAKTER BANGSA”

PRESS RELEASE

Dalam Rangka RAPAT KERJA NASIONAL LDII 2012

Bogor, 9 April 2012

Pasca reformasi, Indonesia memasuki babak baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangatnya luar biasa, tak mengulangi keterpurukan bangsa karena Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN). Langkah yang dilakukan pemerintah pasca reformasi memang luar biasa, setidaknya telah lahir 13 UU yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

Namun, korupsi bukannya mengendur tapi kian meningkat. Baik secara kualitas maupun kuantitas. Masyarakat Transparansi Indonesia dalam siaran persnya menyodorkan data, sejak era reformasi kejaksaan dan KPK telah melakukan penyidikan terhadap 1.018 kasus. Sedangkan politisi yang menjadi wakil rakyat di DPR/DPRD yang melakukan korupsi mencapai 967 orang, dan 61 kepala daerah terlibat korupsi. Continue reading

Silaturahim Pengurus DPW LDII Jatim & PWNU Jatim

Di penghujung Januari 2012, beberapa pengurus DPW LDII Jatim bersilaturahim dengan pengurus PWNU Jatim. Pertemuan berlangsung di kantor PWNU Jatim selasa siang (31/1). Rombongan LDII dipimpin oleh Ketua DPW LDII Jatim, Ir. Chriswanto Santoso, MSc. Disertai oleh Wakil Ketua Dewan Penasehat, H. Rofiq Kusumodilogo dan sembilan pengurus harian lainnya.

Sedangkan pihak PWNU yang menyambut adalah Ketua Tandfiziyah PWNU, KH. Hasan Mutawakkil Alallah, SH, MM dan wakilnya KH. Abdul Wahid Asa. Disertai Sekretaris Drs Masyhudi Mukhtar, MBA dan wakilnya.

Dalam sambutannya, Chriswanto memaparkan dua maksud yakni membangun komunikasi dengan PWNU agar umat Islam tidak lagi menjadi obyek tetapi menjadi subyek. Kedua, silaturahim ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP LDII pasca silaturahim dengan PBNU beberapa waktu lalu.

Ada lima hal yang menjadi pokok pemikiran dalam instruksi DPP LDII. Pertama, menciptakan suasana yang kondusif untuk menciptakan deradikalisasi. Kedua, membangun pendidikan. Hal ini didasari adanya kesenjangan antara pendidikan yang diselenggarakan oleh Diknas dan Kementrian Agama. Ketiga, mewujudkan ketahanan pangan. Sebagai umat mayoritas, Islam haruslah memiliki sistem pengendalian ketahanan pangan. Keempat, penanggulangan bencana (lingkungan hidup). Dalam bidang lingkungan hidup, LDII telah melakukan berbagai gerakan penghijauan hingga akhir 2011 lalu. Kelima, komitmen bahwa NKRI adalah keputusan final.

Untuk membuka peluang kerjasama dengan PWNU Jatim, Ketua DPW LDII Jatim tersebut menawarkan adanya jaringan LDII di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Tawaran ini disambut positif oleh Ketua PWNU Jatim. Dengan syarat semua tindak lanjut kerjasama haruslah konkret. “LDII harus mampu menunjukkan bahwa LDII telah berubah. Pilihlah para pemimpin yang bisa memahami pihak di luar LDII,” papar beliau.

“Kondisi riil menunjukkan bahwa masih banyak kalangan bawah NU yang belum memahami LDII,” lanjut Ketua PWNU Jatim. Untuk itu harus dikembangkan sikap tabayyun, berupa sosialisasi tentang LDII agar bisa menyentuh kalangan bawah NU, tidak hanya di jajaran pengurus wilayah. Dengan demikian kebuntuan komunikasi dan koordinasi akan hilang sehingga bisa meminimalkan timbulnya fitnah.

Menjelang akhir silaturahim yang berlangsung selama satu jam tersebut, pihak PWNU memperkenalkan adanya SER (Social Emergency Response), sebuah lembaga penanggulangan bencana yang dibentuk PWNU Jatim. Ke depan akan dikembangkan kerjasama dengan badan serupa milik LDII yakni Senkom (Sentra Komunikasi) yang kerap terjun pasca terjadi bencana dengan memberikan bantuan dan obat-obatan.Tawaran kerjasama dari PWNU juga muncul di bidang pertanian melalui LPP (Lembaga Pengembangan Pertanian). Berbagai tawaran ini merupakan sinyal positif untuk membangun sinergitas kelembagaan antara NU-LDII.

Kunjungan Silaturahim Para Ulama Medan – Pengurus LDII Jawa Timur

Upaya Membangun Ukhuwah Islamiyah

Silaturahim para ulama Medan, Sumatera Utara ke kantor DPW LDII Provinsi Jawa Timur berlangsung Senin (13/6) siang. Rombongan ulama Medan dipimpin oleh Ketua Komisi Da’wah MUI Kota Medan KH. Zulfiqar Hajar, Lc. Beserta rombongan tampak Buya KH. Amiruddin MS, MA, PhD, sekretaris bidang da’wah Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sekaligus Ketua Umum Majlis Tazkira (tauziah zikir dan do’a) Sumatera Utara. Ikut pula Drs. H. Anhar Nasution, MA Dosen Fakultas Ke Kedokteran Universitas Sumatera Utara sekaligus ulama Kamtibmas Polda Sumatera Utara. Selain itu ada Qori’ nasional M. Syafi’i, S.Sos juga seorang wartawan Sumatera Utara Drs. H. A. Ramadhan Lubis. Ketua DPD LDII Sumatera Utara Ir. H. Agus Purwanto ikut mendampingi rombongan.

Dari pihak tuan rumah tampak Ketua DPW LDII Jatim Ir. Chriswanto Santoso, MSc. Beliau didampingi sejumlah pengurus antara lain wakil ketua H. Hasan Yuswadi, SH, sekretaris Ir. H. Dedid Cahya Happyanto, MT, bendahara H. Ali Zuhdi, SH, dan wakil bendahara Ir H. Ma’un, MT. Continue reading

Pancasila di Bawah Ancaman Rawan Pangan, Energi, dan Ketidakmandirian Ekonomi

oleh: Ludhy Cahyana

Sarasehan Kebangsaan mengenai Pancasila yang dihelat LDII, berusaha mencari solusi atas masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Dalam forum itu para pembicara menekankan, penyelenggara negara belum sepenuhnya menjalankan amanah pancasila dan UUD 1945.

Ketua DPP LDII Prof DR KH Abdullah Syam, MSc & DR Yudi Latif


Sarasehan Kebangsaan bertajuk Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara (9/11) dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari para mahasiswa dan ormas Islam. Acara itu dihelat di Wisma Besar LDII di bilangan Patal Senayan, Jakarta. Para pembicara yang dihadirkan antara lain Hajriyanto Tohari, Wakil Ketua MPR RI, DR Yudi Latif, Direktur Reform Institute, Budiarto Shambazy, Redaktur Senior Kompas. Continue reading

Menggugat Hari Lahir Pancasila

oleh: Widi Yunani

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Namun, berdasarkan telaah fakta sejarah, banyak hal bisa menjadi bahan perdebatan tentang kapan sesungguhnya Hari Lahir Pancasila.

Salah seorang yang mempertanyakannya adalah Adian Husaini, pemikir muda Islam. Ketua Program Studi Pendidikan Islam Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini mempertanyakan, Benarkah 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila sebagaimana yang diperingati sebagian kalangan di Indonesia? Continue reading

KH Zulfiqar Hajar: LDII Sangat Berbeda dengan Ahmadiyah

Ketua Komisi Dakwah dan Luar Negeri MUI Kota Medan Al-Ustadz KH Zulfiqar Hajar Lc menegaskan, keberadaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sangat berbeda dengan aliran Ahmadiyah.

“Kalau Ahmadiyah nyata-nyata merupakan ajaran sesat-menyesatkan dan harus ‘diamputasi’. Sedangkan LDII jika disebutkan sebagai aliran sesat harus dibuktikan dahulu di lapangan, bukan melalui tuduhan dan tudingan,” katanya ketika menerima kunjungan silaturahmi pengurus DPP LDII dipimpin Ketuanya Ir H Chriswanto Santoso MSc di kediamannya Majlis Ta’lim Jabal Noor Jalan Ngalengko No 13 Medan, Minggu (24/4). Continue reading

WORKSHOP PARENTING SKILLS, DPD LDII PROVINSI JAWA TIMUR

Menjalin dan Meningkatkan Komunikasi Positif Orang Tua – Anak
oleh: Widi Yunani

Peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak. Terutama jika sang anak diharapkan bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia. Untuk itu orang tua perlu memiliki keterampilan bekomunikasi dengan anak, berbekal pengetahuan yang memadai. DPD LDII Provinsi Jawa Timur menjembatani kebutuhan akan keterampilan berkomunikasi orang tua dan anak dalam sebuah Workshop Parenting Skills. Workshop dilaksanakan pada 15-17 April 2011, bertempat di Kantor DPD LDII Provinsi Jawa Timur. Adapun tema yang diangkat adalah “Meningkatkan Kemampuan Orang Tua dalam Menjalin Komunikasi yang Positif dengan Anak”.

Workshop ini merupakan sinergi dua biro, yakni Biro Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga dengan Biro Pemuda, Olah Raga, dan Seni Budaya DPD LDII Provinsi Jatim. Wujud sinergi ini menghadirkan sebanyak 90 peserta yang berpartisipasi dalam workshop. Berasal dari Pengurus DPD LDII Provinsi Jatim, Utusan 38 DPD LDII Kabupaten/Kota, Utusan Pondok Pesantren, dan undangan lainnya. Peserta workshop adalah perempuan yang sudah menikah dan telah memiliki anak. Workshop ini merupakan TOT (Training of Trainers) dengan maksud agar para peserta nantinya bisa menyampaikan kembali seluruh materi yang didapat selama workshop. Continue reading